Kebijakan Baru Terkait Hak Cipta Resource Desain di Tutorial Psdtuts+

By on 28 February 2013 in Artikel 4

Bagi Anda yang terbiasa bekerja dengan klien lokal atau projek yang sifatnya terbatas –maksudnya tidak terbuka untuk umum seperti majalah, situs, atau iklan, hak cipta (copyright) biasanya tidak jadi masalah besar. Namun, klien dari luar negeri dengan projek yang sifatnya terbuka untuk umum biasanya sangat berhati-hati dengan masalah hak cipta.

Jadi, baru-baru ini saya memulai menulis tutorial tentang cara menggambar sebuah gitar listrik di Photoshop. Untuk tutorial ini, awalnya saya menggunakan stock foto dari shutterstock.com. Ternyata, Psdtuts+ sudah memiliki kebijakan baru terkait resource desain dari pihak ketiga. Terpaksa saya harus mengganti ke stock foto yang lain.

Kebijakan Baru Terkait Hak Cipta Resource Desain di Tutorial Psdtuts+
Tutorial berikutnya

Resource yang Boleh Digunakan

Dalam kebijakan baru ini, setiap stock foto, brush, latar, pola, atau referensi foto (untuk tracing misalnya) harus secara tegas menyatakan dirinya boleh digunakan dalam projek komersial. Menulis untuk Tuts+ tergolong projek komersial karena penulis dibayar dan juga situs itu menjual sesuatu pada pengunjungnya.

There are certain types of third party content that you don’t need to seek permission to use (providing you follow a few basic guidelines):

Creative Commons (CC) Content
At Tuts+ we are free to use any CC work that allows commercial use. Any other types of CC license do not cover the way in which we use the content, so you must specifically use CC content that allows commercial usage.

GPL Code

Source: Resources in Your Tutorial –Tuts+ Author Guide

Perhatikan bahwa di sana dijelaskan bahwa resource desain dengan Creative Common harus disertai dengan izin untuk penggunaan komersial. Untuk contoh, Anda bisa melihat beberapa jenis izin Creative Common di flickr.

Kebijakan Baru Terkait Hak Cipta Resource Desain di Tutorial Psdtuts+
Jenis-jenis lisensi Creative Common foto di flickr

Dalam halaman pencarian foto di flickr, ada pilihan untuk foto-foto Creative Common yang bisa digunakan untuk projek komersial. Tentu saja, artinya ada foto di flickr yang tidak boleh digunakan di projek komersial.

If you use Creative Commons imagery that is not free for commercial use, then we won’t be able to use the photos.

Source: Resources in Your Tutorial –Tuts+ Author Guide

Tuts+ Harus Memiliki Stock Itu

Asalnya penggunaan stock premium di tutorial Tuts+ lebih sederhana, sama seperti situs-situs tutorial lainnya. Asalkan kita telah membeli stock premium tersebut, kita bisa menggunakannya dalam tutorial. Sekarang Tuts+ membuat kebijakan berbeda. Mereka harus memiliki langsung stock tersebut, tidak cukup hanya penulisnya saja.

Kebijakan Baru Terkait Hak Cipta Resource Desain di Tutorial Psdtuts+
boy thought to work – shutterstock.com

Saya menduga kebijakan ini terkait dengan urusan hukum. Misalnya saya telah membeli stock premium lalu menggunakannya dalam sebuah tutorial. Sebagai pemilik, saya memiliki hak legal untuk menggunakannya dalam tutorial dan memperoleh bayaran. Tapi, Tuts+ sebagai penyimpan tutorial ini juga memperoleh keuntungan dari tutorial yang dia beli namun tanpa membayar pada pemilik stock asli. Mungkin di sinilah bagian yang bisa jadi bermasalah di sisi hukum.

Oleh karena itu, Tuts+ memilih untuk membelikan resource desain bagi para penulisnya. Dengan cara ini, Tuts+ secara langsung membayar pada pemilik stock asli dan posisi penulis adalah pekerja bagi Tutsplus. Tapi, ini tebakan ngawur saja. Saya bukan ahli hukum. :)

If you can’t find a stock photo that is free and need to purchase stock photography for your tutorial, we can do that for you with some restrictions.

Source: Resources in Your Tutorial –Tuts+ Author Guide

Sikap Pemilik Stock Premium

Tapi, Customer Service Shutterstock ternyata tidak mempersalahkan ini. Ketika saya tanya tentang penggunaan stocknya untuk tutorial di situs lain –bukan Desaindigital– dia memperbolehkannya.

Saya duga, kebijakan baru Tuts+ ini adalah antisipasi untuk mencegah tuntutan hukum yang berpotensi mengenainya suatu saat di masa depan.

Kebijakan Baru Terkait Hak Cipta Resource Desain di Tutorial Psdtuts+
Criminal hands locked – shutterstock.com

Kesimpulan

Pelajaran yang bisa kita ambil adalah klien luar negeri apalagi perusahaan besar akan sangat ketat dalam masalah hak cipta. Mereka tidak akan mau mengambil resiko dengan tuntutan hukum. Tentu saja, ini bagi kita sulit dipahami. Kita hidup di negara surganya bajakan. Di mana kantor pemerintah pun menggunakan software bajakan. Apalagi sekadar penggunaan stock foto atau brush Photoshop. Tapi, di negeri mereka masalah hak cipta stock foto bisa benar-benar berujung pada tuntutan hukum.

 

source : http://desaindigital.com/kebijakan-baru-terkait-hak-cipta-resource-desain-di-tutorial-psdtuts/

Kontes Desain (Spec Work) Buruk Bagi Desainer

By on 26 November 2010 in Artikel 83
Artikel ini cukup panjang. Sebelum berkomentar, saya harapkan Anda membaca artikel ini terlebih dahulu. Di akhir artikel, saya juga menuliskan beberapa link yang bisa dijadikan rujukan tambahan.

Topik Spec Work memang cukup kontroversial. Sebagian menolak keras sementara yang lain menyambutnya dengan gembira. Di artikel ini, saya akan menyajikan beberapa argumen kenapa Spec Work buruk bagi desainer dan harus Anda hindari.

Apa itu Kontes Desain atau Spec Work?

Spec adalah singkatan dari speculation atau spekulasi. Spec Work berarti bekerja dengan kemungkinan dibayar. Tentu saja, ini berarti ada kemungkinan Anda tidak akan dibayar. Dari definisi saja Spec Work sudah terlihat tidak masuk akal. Maukah Anda bekerja dengan kemungkinan dibayar? Saya yakin tidak. Di Indonesia, Spec Work lebih dikenal sebagai Kontes Desain. Sebetulnya kontes desain adalah sebagian dari Spec Work. Oleh karena itu, dalam artikel ini saya akan menggunakan istilah asli, Spec Work.

Berikut adalah skenario Spec Work yang sering ditemukan:

  1. Perusahaan mengumumkan bahwa mereka membutuhkan logo baru. Semua desainer diundang untuk mengirimkan logo dan yang terbaik akan dipilih sebagai pemenang dan dibayar.
  2. Situs kompetisi desain membuka peluang bagi perusahaan untuk mengumumkan projek yang dibutuhkannya, anggota komunitas situs akan mengirimkan mengirimkan karya terbaiknya. Selanjutnya pihak perusahaan akan memilih entri terbaik dan pemenangnya akan dibayar.
  3. Seseorang membutuhkan pekerja, untuk proses ini dia merekrut beberapa desainer melalui kontes. Setiap desainer diharuskan melakukan pekerjaan tertentu secara gratis lalu yang terbaik akan dia pilih.
  4. Dalam surat kontrak, klien memasukkan syarat yang memperbolehkannya meminta desainer melakukan pekerjaan tambahan. Syarat tambahan ini tidak dijelaskan secara detail dan bisa multi tafsir.
  5. Seseorang mengontak desainer dan berniat menyewanya. Namun, untuk memastikan bahwa desainer ini bisa bekerja sesuai harapannya, dia meminta desainer untuk melakukan sedikit pekerjaan gratis.

Faktanya, Spec Work tetap muncul subur. Situs-situs penyelenggara kontes desain seperti 99designs dan crowdSpring tidak pernah kekurangan klien atau desainer. Alasannya sederhana, harga murah. Melalui kontes desain, perusahaan bisa memperoleh puluhan bahkan ratusan alternatif logo hanya untuk $50. Padahal, pasaran logo minimal $200, harga itu untuk satu desainer.

Desain Bukan Komoditas Tetapi Ide

Satu hal dasar yang sering dilupakan adalah desain bukan komoditas. Desain bukan barang yang bisa begitu saja dikeluarkan. Desain sebetulnya berupa ide dan sekali terpapar keluar, sangat rawan diduplikasi. Dalam kontes desain, kita diminta menyerahkan ide final begitu saja. Ini resiko besar karena tidak ada kepastian bahwa ide kita aman di tangan penyelenggara. Sering kali, penyelenggara kontes tidak menyebutkan secara pasti apa yang akan mereka lakukan dengan entri desain yang diterima. Dalam beberapa kasus, penyelenggara bahkan berani mengklaim bahwa semua entri yang diterima menjadi milik mereka.

Berbeda dengan produk, Anda bisa saja mengeluarkan produk yang akan dijual. Walaupun orang lain bisa melihatnya, perlu waktu untuk menduplikasinya. Ide desain bisa saja dengan mudah diduplikasi. Anda bisa meniru logo Pepsi hanya dalam 10 menit, bandingkan dengan proses desain logo Pepsi yang menghabiskan 1 juta dollar.

Contoh Buruk Spec Work

Berikut adalah beberapa contoh buruk tentang Spec Work:

  1. Lomba Desain Logo dan Desain Stiker UM 2010. Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan lomba desain logo dan stiker. Dalam ketentuannya disebutkan semua karya yang masuk (tidak harus menang) otomatis menjadi milik panitia.
  2. Lomba Kompetisi Desain Logo Pilkada Wonosobo Indonesia 2010. Dalam ketentuan teknis disebutkan “Karya yang sudah masuk tidak dikembalikan dan menjadi hak milik KPU Kabupaten Wonosobo.”
  3. Lomba Desain Logo Mass Rapid Transit Jakarta. Dalam ketentuan lomba tertulis “Keputusan dewan juri adalah mutlak, dan dewan juri berhak untuk membatalkan keseluruhan proses penjurian apabila seluruh karya yang masuk tidak sesuai dengan yang diharapkan.” Kontes dapat dibatalkan jika hasilnya dianggap tidak sesuai harapan, ini berarti ketidakpastian bagi desainer.
  4. Spec Watch melaporkan salah satu kontestan logo di 99designs menggunakan resource vektor gratis. Di crowdSpring, pemenang kontes menggunakan resource vektor yang sama tanpa diedit sama sekali.
  5. David Airey menyebutkan penemuannya tentang desainer di bawah umur di 99designs. Padahal, 99designs mengklaim sebagai tempat berkumpulnya desainer professional dengan harga terjangkau.
  6. Pemenang kontes logo di crowdSpring menggunakan ikon dari iStockphoto. Padahal, iStockpoto melarang penggunaan karyanya dalam logo. Yang membuat lebih rumit, ikon itu tidak dibeli dari iStockphoto tapi hasil copy dari preview-nya dan masih mengandung trademark.
  7. Projek logo ditarik setelah memperoleh 21 karya. Projek ini dihargai $199.

Untuk info lebih lengkap tentang praktik buruk Spec Work, Anda bisa melihatnya di twitter @specwatch.

Alasan untuk tidak mengikuti Spec Work

Saya tegaskan sekali lagi bahwa Spec Work tidak baik untuk bisnis desain. Berikut adalah beberapa alasan untuk tidak mengikuti Spec Work:

1. Tidak ada Kepastian

Sukarelawan bekerja tanpa mengharapkan imbalan. Mereka meyakini bahwa apa yang mereka lakukan adalah kebaikan. Yang harus kita perhatikan adalah, desainer dalam kasus Spec Work bukan sukarelawan tapi korban. Kita kembali lagi ke pertanyaan sederhana, maukah Anda bekerja tanpa kepastian akan dibayar? Saya tidak bisa membayangkan seorangpun yang akan menjawab ya. Coba bandingkan dengan standar kerja normal, desainer biasanya baru akan bekerja setelah menerima 50% pembayaran di muka.

2. Banyak Persaingan

Persaingan memang bagus karena memaksa kita untuk meningkatkan skill. Tapi ini tidak berarti kita perlu memperberat kondisi dengan mencari persaingan yang tidak perlu. Setiap hari, secara tidak langsung kita juga bersaing dengan desainer lain. Desainer harus selalu mencari informasi baru, aktif di jejaring sosial, meningkatkan skill, dan mempromosikan portfolio. Berkompetisi melalui kontes hanyalah menambah beban yang tidak perlu.

3. Berpotensi Menurunkan Kualitas

Adanya persaingan membuat proses kerja tidak nyaman. Dalam kerjanya, desainer tidak begitu saja lompat ke Photoshop dan mendesain. Sebelumnya diperlukan riset untuk memperoleh hasil terbaik. Proses riset ini tidak mudah, bisa jadi dibutuhkan waktu lama untuk memperoleh hasil yang sesuai harapan. Bagaimana desainer bisa melakukan risetnya dengan tenang sementara tidak ada kepastian bahwa dia akan dibayar untuk itu? Bagaimana desainer bisa bekerja dengan tenang jika dibayangi oleh pikiran bahwa siapa pun bisa dengan mudah merebut projeknya?

4. Berpotensi Pada Praktek Tidak Sehat

Tidak adanya kepastian dan banyaknya persaingan tidak mendukung desainer untuk bekerja secara optimal. Kondisi ini membuat sebagian desainer mengambil cara mudah dengan menjiplak karya lain atau menggunakan resource jadi. Akhirnya, besar kemungkinan desain yang dihasilkannya tidaklah unik. Padahal keunikan adalah salah satu hal yang membuat sebuah desain istimewa.

5. Menjatuhkan Pasaran

Lagi-lagi masalahnya adalah persaingan. Spec Work sering kali menarik minat para desainer pemula yang portfolionya tidak cukup bagus untuk menarik minat klien potensial. Desainer pemula semacam ini sering kali menjatuhkan harga karena menyadari bahwa mereka tidak bisa bersaing dengan harga normal. Secara umum, tindakan ini akan menjatuhkan pasaran desain. Sayangnya, banyak pihak yang tidak menyadari bahwa desain itu mahal. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan –harga software, investasi pendidikan, waktu yang dihabiskan untuk mempelajari skill desain, kebutuhan desainer– bukan sekadar proses desain di depan komputer.

Alternatif Spec Work Bagi Desainer Pemula: Bekerja Pro Bono

Spec Work sering difavoritkan desainer pemula dengan alasan untuk mencari pengalaman dan membangun portfolio. Desainer pemula memang lebih sulit untuk memperoleh klien. Klien, terutama klien besar, akan memilih menghabiskan lebih banyak dana untuk desainer handal daripada mengambil resiko dengan desainer pemula.

Contoh termudah misalnya dalam desain buku. Buku biasanya dicetak di atas 2.000 buah. Seandainya ada kesalahan desain, maka ada 2.000 buku yang gagal. Ini biaya yang sangat besar. Jika Anda ingin diterima sebagai desainer buku, skill InDesign dan ijazah saja dijamin tidak akan cukup. Klien pasti menginginkan desainer yang sudah berpengalaman, yang memiliki bukti bahwa desainnya sukses dicetak.

Jika Anda di posisi desainer tadi, maka cara terbaik adalah dengan bekerja pro bono. Pro bono maksudnya bekerja gratis dengan tujuan mulia. Dalam kasus desainer buku, Anda bisa mencari LSM non-profit lokal yang ingin menerbitkan buku dan menawarkan jasa desain secara gratis. Lewat proyek ini, Anda akan memperoleh pengalaman dan sekaligus membangun portfolio. Siapa tahu, LSM ini bisa jadi akan merekomendasikan Anda pada rekannya yang lain. Jika terjadi, ada point tambahan yang Anda peroleh, membangun jaringan.

Pekerjaan Pro Bono yang paling mengesankan bagi saya adalah mendesain buku. Saat ini, semua buku saya di Elex Media Komputindo didesain sendiri. Elex tidak membayar desain saya, namun saya memperoleh pengalaman yang jauh lebih besar. Semua keahlian InDesign yang saya pelajari dicetak dalam lebih dari 8.000 buku! Saya bereksperimen dengan berbagai jenis desain dan tidak mengeluarkan sedikit pun biaya cetak. Dengan harga per buku minimal Rp. 80.000, saya memperoleh kepercayaan mengelola projek senilai lebih dari 640 juta!

Kerugian Bagi Perusahaan yang Menjalankan Spec Work

Perusahaan seharusnya menghindari kontes desain. Kontes desain sering kali menarik minat desainer pemula yang kualitasnya masih diragukan. Perusahaan seharusnya memiliki kontrol penuh terhadap hasil yang akan dia peroleh, caranya dengan menyewa desainer professional. Desainer professional bisa dilihat dari kualitas portfolionya. Desainer professional jelas memiliki skill dan pengalaman lebih luas. Sesuai namanya, mereka bekerja secara professional. Mereka akan mampu menggabungkan filosofi perusahaan ke dalam desainnya.

Dengan melakukan kontes desain, perusahaan melepaskan kontrol terhadap kualitas desainer dan desain yang diperoleh. Perusahaan tidak bisa memilih logo yang baik hanya dari satu gambar saja. Perusahaan harus melihat hasil karya lain desainer dari portfolionya untuk memastikan kualitas desain. Bagaimana jika di kemudian hari ada perubahan konsep? Bagaimana jika perusahaan berkembang ke sektor lain. Sanggupkah desainer pemenang mengadaptasi itu semua?

Pilihan paling logis adalah menggunakan jasa desainer professional. Memang tidak murah, namun kualitasnya pasti jauh lebih meyakinkan. Bagaimana dengan perusahaan kecil yang tidak memiliki cukup budget untuk menyewa desainer handal? Solusinya adalah dengan langsung mencari desainer yang bisa bekerja sesuai dengan budget. Perhatikan portfolio-nya, jika dirasa sanggup memberikan hasil yang memuaskan maka sewa secara langsung. Dengan cara ini, perusahaan bisa secara langsung memberikan masukan pada desainer dan mengawasi proses desain secara keseluruhan. Saya yakin masukan ini lebih baik daripada sekadar beberapa paragraf di dalam penjelasan kontes.

Menjalankan Kontes Desain Tanpa Spec Work

Perlu ditegaskan bahwa saya tidak dalam posisi menolak sama sekali kontes desain. Kontes desain tidak selamanya terkategorikan Spec Work. No!Spec membahas beberapa kriteria yang menjadikan sebuah kontes desain terkategorikan Spec Work.

  1. Apakah desainer dibayar setara dengan proses kerja normal di bawah kontrak?
  2. Apakah desainer dibayar setara dengan keahliannya?
  3. Apakah semua file dan lisensinya dikembalikan sesuai dengan persetujuan desainer, terutama bagi yang kalah?

Jika jawaban untuk semua pertanyaan di atas adalah tidak, maka kontes itu terkategorikan Spec Work dan saya sarankan Anda menghindarinya.

Kesimpulan

Jika Anda desainer pemula, saran terbaik saya adalah mulailah dengan membangun jaringan. Jika Anda memiliki desain berkualitas tinggi, sumbangkan saja ke situs besar. Situs desain semacam Psdtuts+, NaldzGraphics, dan WeGraphics akan senang jika menerima desain berkualitas apalagi gratis. Walaupun tidak dibayar, Anda akan terekspos ke hadapan ribuan pembacanya. Sebagian di antaranya, bisa jadi merupakan klien potensial.

Jangan dulu berharap menerima dollar. Segala sesuatu ada waktu dan tahapannya. Langkah pertama bagi desainer pemula adalah meningkatkan kualitas, networking, dan membangun citra (branding). Jika Anda sudah dikenal sebagai desainer berkualitas, pasti mereka akan mendatangi Anda.

Referensi

Berikut adalah beberapa referensi dari para pendukung dan penolak Spec Work:

Penolak Spec Work

Pendukung Spec Work

Giliran Anda berbicara

Anda sudah membaca argumen saya di atas, sekarang giliran Anda untuk berpendapat. Bagaimana menurut Anda tentang Spec Work?

source : http://desaindigital.com/kontes-desain-buruk-bagi-desainer/

14 Situs Yang Berani Membayar untuk Tutorial Photoshop

By on 10 June 2010 in Artikel 109

Photoshop adalah program yang sangat populer, semua orang menggunakannya baik untuk publishing, desain grafis, illustrasi, desain ikon, hingga 3D. Karena banyak yang membutuhkan, tutorial Photoshop termasuk salah satu bahasan yang cukup populer di dunia web. Tahukah Anda banyak situs yang berani membayar mahal untuk sebuah tutorial Photoshop berkualitas?

Sudah beberapa bulan ini saya aktif menulis tutorial Photoshop di beberapa situs. Sekedar berbagi pengalaman, berikut adalah daftar situs-situs yang menerima tutorial Photoshop dan berani membayar untuknya.

1. Psdtuts+

Psdtuts+ adalah situs tutorial Photoshop terbesar di dunia. Memiliki komunitas aktif yang terlihat dari banyaknya komentar di setiap artikel. Ini adalah situs terbaik walaupun pembayarannya bukan yang terbesar. Saat ini, kebanyakan tutorial saya ada di sana.

13 Situs Yang Berani Membayar untuk Tutorial Photoshop

Harga:

  • Minimal $150 (tutorial panjang)
  • $50 (Quick Tip)
  • Untuk tutorial premium harganya lebih besar, bisa mencapai $800
  • Update: Bayaran setiap tutorial kini lebih fleksibel, bisa di atas $150. Jika dirasa tutorial kita cukup bagus, silakan bernegosiasi.

Kelebihan:

  • Tutorial dimuat setiap hari, Psdtuts+ akan selalu membutuhkan banyak tutorial
  • Di bagian bawah artikel, Anda diberi ruang untuk link dan deskripsi yang sangat besar. Anda bisa memasukkan deskripsi diri yang panjang dengan banyak link situs.
  • Dengan dukungan komunitas yang besar, Anda akan gampang dikenali.
  • Psdtuts+ menerima Quick Tips yang memberi Anda kesempatan untuk membagi tips dan trik pendek selama original, unik, dan bermanfaat. Panjang quick tips diusahakan kurang dari 10 langkah tapi dengan bayaran yang hampir setara dengan tutorial panjang di situs lain, $50.
  • Psdtuts+ memiliki standar yang cukup tinggi, artinya jika tutorial Anda masuk ke sana berarti kualitasnya pasti di atas rata-rata. Dengan menjadi penulis Psdtuts+, Anda memiliki daya tawar yang lebih tinggi dan lebih dihargai di komunitas desain.
  • Psdtuts+ menggunakan standar penulisan yang resmi, mengacu  pada Chicago Manual of Style, Merriam-Webster Collegiate Dictionary, dan buku panduan Adobe. Penulis diwajibkan mengacu pada standar ini sehingga secara tidak langsung Anda akan belajar teknik penulisan tutorial yang baik.
  • Psdtuts+ memiliki bagian editing khusus yang akan memperbaiki kesalahan tata bahasa, ejaan, sehingga kualitas artikel Anda terjamin.
  • Psdtuts+ sangat memperhatikan masalah copyright. Bagi yang tidak terbiasa, ini mungkin membebani karena Anda harus mendata semua sumber atau link source file yang digunakan. Walaupun begitu, memang beginilah seharusnya industri desain professional, dari proses ini Anda akan belajar untuk menghargai karya orang lain.
  • Anda bisa mengirimkan ide dan sampel hasil tutorial yang akan dibuat sebelum mulai menulis.
  • Psdtuts+ merupakan bagian dari jaringan Tutsplus+, situs tutorial terbesar di dunia. Jika Anda dikenal di Psdtuts+, Anda berkesempatan besar menggunakan skill Anda di tuts yang lain, misalnya 3D di cgtuts+ atau Illustrator di vectortuts+.

Kekurangan:

  • Pembayarannya lama. Anda dibayar pada minggu pertama di bulan berikutnya setelah publish.
  • Standarnya sangat tinggi, pastikan kualitas tutorial Anda sangat bagus.

2. Tutorial9

Tutorial9 adalah situs desain yang terkenal karena artikelnya yang berbobot. Didirikan oleh David Legget, anak muda yang usianya kurang dari 30. Bahasan situs ini cukup luas, mencakup tutorial Photoshop, Illustrator, blogging,  programming, hingga fotografi.

13 Situs Yang Berani Membayar untuk Tutorial Photoshop

Harga:

  • $150-300 (tutorial)
  • $50-150 (artikel, inspirasi)

Kelebihan:

  • Di bagian bawah artikel, Anda diberi ruang untuk link dan deskripsi yang cukup besar. Di sebelah profil penulis, kita bisa menuliskan link situs dan account twitter.
  • Dengan dukungan komunitas yang besar, Anda akan gampang dikenali.

Kekurangan:

  • Situs ini tidak terlalu sering di-update, biasanya 1-2 kali seminggu. Artinya, kesempatan menerima artikel baru akan lebih terbatas dan jika diterima mungkin akan ada di daftar tunggu.

3. Photoshop Tutorials

Photoshop Tutorials menyediakan tutorial Photoshop berkualitas dan terus di-update harian.

13 Situs Yang Berani Membayar untuk Tutorial Photoshop

Harga:

  • $150-300, harga ditentukan oleh panjang tutorial. Semakin panjang semakin mahal.
  • $20-60 untuk brush dan tekstur.

Kelebihan:

  • Pembayaran cepat, dilakukan sebelum artikel di-publish.
  • Tidak memiliki editor artikel. Jika ada kesalahan tata bahasa atau ejaan akan dibenarkan seadanya saja.
  • Update: Sekarang setiap penulis diberi ruang untuk menuliskan biografi diri dan link ke situsnya.

Kekurangan:

  • Di bawah artikel, Anda tidak diberi deskripsi diri, gravatar, dan link ke situs.  Deskripsi diri dan link ke situs hanya untuk 5 penulis teraktif, disimpan di sidebar.
  • Tidak memiliki komunitas aktif.

4. Design Instruct

Design Instruct adalah situs tutorial Photoshop baru. Walaupun baru, Design Instruct sudah berkembang cukup pesat karena artikel yang disajikannya berkualitas. Didirikan oleh Jacob Gube, pendiri sixrevisions.

13 Situs Yang Berani Membayar untuk Tutorial Photoshop

Harga:

  • $100-150, tergantung kompleksitas dan kedalaman pembahasan

Kelebihan:

  • Di bagian atas artikel, Anda diberi ruang untuk link dan deskripsi. Posisinya yang di bagian atas artikel membuat profil Anda menonjol.
  • Email penulis akan otomatis direkam dan gravatarnya memiliki ciri khusus. Setiap komentar penulis di Design Instruct akan terlihat unik dan menarik perhatian. Kemungkinan pengunjung Design Instruct meng-klik link situs penulis lebih besar.

Kekurangan:

  • Komunitasnya masih sedikit.

5. Creativefan

Creativefan banyak memuat tutorial Photoshop dan di-update tiap minggu.

13 Situs Yang Berani Membayar untuk Tutorial Photoshop

Harga:

  • Dinegosiasikan tergantung kompleksitas dan kedalaman pembahasan

Kelebihan:

  • Di bagian bawah artikel, Anda diberi ruang untuk link dan deskripsi yang sangat besar.

Kekurangan:

  • Update lambat, hanya tiap minggu. Artinya kemungkinan menerima tutorial lebih kecil. Eric Shaffer, pemilik situs ini, beberapa bulan lalu mengatakan bahwa dia sudah memiliki terlalu banyak tutorial dan lebih tertarik pada artikel desain lainnya.
  • Pembayaran lambat, dibayar di awal bulan berikutnya.

6. GoMediaZine

Di antara semua situs yang ada di daftar ini, GoMediaZine memberi bayaran paling besar, $300. Tentu saja, kualitas tutorial harus sepadan dengan harganya. Tutorial yang dibahas di sini menggunakan teknik-teknik yang unik, original, dan sering kali menggunakan berbagai program sekaligus.

13 Situs Yang Berani Membayar untuk Tutorial Photoshop

Harga:

Kelebihan:

  • Menerima kiriman tutorial dalam format apa pun (doc atau txt tidak masalah).

Kekurangan:

  • Menuntut kualitas tutorial yang sangat tinggi.
  • Pengunjung situs ini umumnya pengguna mahir. Anda tidak akan terekspose di semua kalangan.

7. PSDFAN

PSDFAN termasuk salah satu situs yang fokus pada tutorial photoshop dan desain. Memiliki komunitas yang lumayan banyak walaupun tidak sebanyak Psdtuts+.

13 Situs Yang Berani Membayar untuk Tutorial Photoshop

Harga:

  • Dinegosiasikan tergantung kompleksitas dan kedalaman pembahasan

Kelebihan:

  • Di bagian bawah artikel, Anda diberi ruang untuk link dan deskripsi diri .

8. Smashing Magazine

Ini adalah situs desain terbesar di internet. Semua desainer pasti pernah mendengarnya. Membahas banyak hal, mulai dari desain web, desain grafis, tipografi, pemrograman, hingga freelance. Situs ini tidak menyebutkan secara pasti bayaran yang mereka berikan.

13 Situs Yang Berani Membayar untuk Tutorial Photoshop

Harga:

  • Dinegosiasikan tergantung kompleksitas dan kedalaman pembahasan

Kelebihan:

  • Di bagian bawah artikel, Anda diberi ruang untuk link dan deskripsi yang cukup besar.
  • Dengan dukungan komunitas yang sangat besar, Anda akan gampang dikenali.

Kekurangan:

  • Tidak begitu sering mengeluarkan tutorial Photoshop. Jadi, kesempatan Anda lebih sedikit.

9. TutorialLounge

Situs tutorial dan resource desain yang sedang berkembang.

13 Situs Yang Berani Membayar untuk Tutorial Photoshop

Harga:

  • Dinegosiasikan tergantung kompleksitas dan kedalaman pembahasan

Kelebihan:

  • Pembayaran cepat. Dilakukan sebelum publish tutorial.

Kekurangan:

  • Bukan situs besar. Menulis di sini tidak membuat Anda cepat terkenal.
  • Tidak memiliki editor khusus pemeriksa ejaan, tata bahasa, dll.

10. 1stwebdesigner

1stwebdesigner menyediakan resource lengkap untuk para desainer. Meng-update artikelnya tiap hari. Menjadi bagian dari jaringan Smashing Magazine, Smashing Network.

13 Situs Yang Berani Membayar untuk Tutorial Photoshop

Harga:

  • $50 (tutorial)
  • $30 (artikel)

Kelebihan:

  • Walaupun bayarannya tidak sebesar situs lain, kepopuleran situs ini bisa menutupinya. Dari situs ini, Anda akan terekspos ke banyak kalangan apalagi jika tutorial Anda masuk ke daftar Smashing Network.
  • Editor situs ini sangat ramah. Jika butuh bantuan atau saran Anda bisa langsung menghubunginya via email.

Kekurangan:

  • Tidak memiliki editor khusus pemeriksa ejaan, tata bahasa, dll.

11. PVM.Garage

Situs ini menyediakan resource bagi para desainer web.

13 Situs Yang Berani Membayar untuk Tutorial Photoshop

Harga:

  • $30 – $150

Kelebihan:

  • Di bagian bawah artikel, Anda diberi ruang untuk link dan deskripsi yang sangat besar.
  • Situs ini cukup terkenal dan bisa membantu membesarkan nama Anda.
  • Pembayarannya cepat. Penulis dibayar sebelum artikel di-publish.

Kekurangan:

  • Tidak memiliki editor khusus pemeriksa ejaan, tata bahasa, dll.

12. The Web Squeeze

Situs ini merupakan situs untuk para desainer web dan developer.

13 Situs Yang Berani Membayar untuk Tutorial Photoshop

Harga:

  • Dinegosiasikan tergantung kompleksitas dan kedalaman pembahasan

Kelebihan:

  • Di bagian bawah artikel, Anda diberi ruang untuk link dan deskripsi diri.
  • Artikel yang Anda publish di situs ini boleh di-publish ulang di situs sendiri.

13. WebDesigner Depot

WebDesigner adalah situs desain baru namun sudah terkenal karena artikelnya yang berkualitas. Walaupun tidak sering, situs ini juga menampilkan tutorial Photoshop.

13 Situs Yang Berani Membayar untuk Tutorial Photoshop

Harga:

  • Dinegosiasikan tergantung kompleksitas dan kedalaman pembahasan

Kelebihan:

  • Memiliki dukungan komunitas yang besar.

Kekurangan:

  • Tidak terlalu sering menampilkan tutorial Photoshop.
  • Di bagian bawah artikel hanya menampilkan deskripsi diri secara singkat tanpa menampilkan avatar penulis.
  • Tidak menyediakan halaman khusus untuk penulis.

14. PSD Rockstar

Di sini tempat saya pertama menulis tutorial komersil di web. Kelihatannya situs ini tidak begitu diminati, saya menulis di sini akhir Februari dan hingga kini belum ada tutorial baru.

13 Situs Yang Berani Membayar untuk Tutorial Photoshop

Harga:

  • Hingga $50.

Kekurangan:

  • Tidak diberi link dan deskripsi diri.
  • Tidak memiliki editor khusus pemeriksa ejaan, tata bahasa, dll.
  • Pemilik situs ini sepertinya kurang professional. Dia pernah menolak tutorial saya yang ternyata sukses di situs lain.

15. PS Deluxe

Situs ini membahas tutorial Photoshop dan berbagai artikel inspirasi desain. Bukan situs besar tapi reputasinya cukup bagus di kalangan situs tutorial Photoshop.

13 Situs Yang Berani Membayar untuk Tutorial Photoshop

Harga:

  • Hingga $75 (tutorial).
  • $30-$50 (artikel desain).

Kelebihan:

  • Dalam deskripsi diri, Anda punya ruang untuk menuliskan link situs dan link twitter.

Kekurangan:

  • Lebar screenshot terbatas hingga 500 px. Yang lain biasanya hingga 600 px.

16. Web Design Fan

Bahasan situs ini cukup luas. Membahas tutorial dan artikel terkait Adobe Photoshop atau Illustrator, desain grafis, desain web, blogging, CSS, resource desain gratis, tips WordPress, plugins dan berbagai artikel inspirasi.

13 Situs Yang Berani Membayar untuk Tutorial Photoshop

Harga:

  • $50-$250.

Kelebihan:

  • Diberi ruang cukup luas untuk menuliskan profil diri.

Kekurangan:

  • Profil penulis disimpan di sidebar kanan. Posisi ini tidak begitu menarik perhatian pembaca.

17. PSD Vault

Situs ini cukup populer. Fokus bahasannya terbatas pada Photoshop.

13 Situs Yang Berani Membayar untuk Tutorial Photoshop

Harga:

  • Tidak disebutkan.

Kekurangan:

  • Hingga sekarang belum ada penulis tamu di situs ini. Di bawah posting tidak ada profil penulis, tapi ini mungkin berubah jika sudah ada penulis tamu.

18. Hongkiat

Hongkiat termasuk situs paling populer di antara komunitas desain. Fokus bahasannya cukup luas, mulai dari artikel desain, artikel freelance, tips desain, hingga tutorial.

13 Situs Yang Berani Membayar untuk Tutorial Photoshop

Harga:

  • $80 – $250. Tergantung pada kualitas tutorial atau artikel.

Keuntungan:

  • Pengunjung situs ini sangat banyak, hingga 3-5 juta pengunjung. Anda akan mudah dikenali komunitas dengan menulis tamu di situs ini.
  • Di bagian bawah artikel, Anda diberi ruang untuk link dan deskripsi yang sangat besar.

Tertarik menulis tutorial?

Menulis bukan pekerjaan rendah. Seperti Anda lihat di atas, bayarannya cukup bagus. Apa Anda tahu situs mana lagi yang pantas masuk ke daftar ini? Jika ada, beri tahu saya melalui komentar di bawah.

 

source : http://desaindigital.com/14-situs-yang-berani-membayar-untuk-tutorial-photoshop/

21 Contoh Penggunaan Pola dan Tekstur dalam Desain Web

Salah satu trend yang berkembang selama beberapa tahun ini adalah penggunaan pola dan tekstur secara ringan (subtle). Ini sangat berbeda dengan trend di era Web 2.0 yang banyak menggunakan gradient dan efek glossy. Di artikel ini, kita akan mengamati beberapa contoh penggunaan pola dan tekstur secara apik dalam desain web.

Cast Iron Design Company

Situs ini menambahkan tekstur pada semua area situs, termasuk pada logo yang digunakannya. Memberikan kesan unik karena sangat cocok dengan font tulisan tangan yang digunakannya.

Whiteloupe

Whiteloupe menggunakan sangat sedikit tekstur bahkan lebih terlihat seperti warna solid.

Bitfoundry

Bitfoundry menggunakan tekstur noise yang sangat ringan di seluruh latarnya. Namun untuk teks, mereka tetap menggunakan warna solid. Ini menambah kontras antara teks dan latar.

SachaGreif.com

Situs ini menggunakan pola garis-garis diagonal di latar. Untuk memberikan kesan konsisten, heading widgetnya menggunakan pola yang sama.

More Air

Sedikit noise pada tekstur sudah cukup untuk menambah kontras latar dengan teks. Bunga-bunga di dekat iPad memberikan efek kedalaman pada desain.

Tvornicca Bannera

Latar situs ini menggunakan warna solid. Tapi di ilustrasinya, dia menggunakan tekstur yang cukup kasar. Logonya pun menggunakan tekstur yang sama.

Carter Digital

Desain situs ini sangat bersih. Tekstur hanya ditemukan dalam persegi gelap di bawah judul situs.

Launch Factory

Di sini digunakan banyak tekstur. Bahkan teksnya pun terlihat kasar.

Mynus

Tekstur paling berat digunakan di situs ini. Untuk menjaga kontras teks dan latar digunakan warna teks yang terang dengan drop shadow hitam untuk mengurangi tekstur di belakangnya.

Decode

Tekstur noise yang digunakan sangat lembut. Teks dan berbagai elemen lainnya bersih tanpa tekstur.

Lake Wapogasset

kippt

Village

Pola hanya digunakan di latar. Di antara latar dan elemen lain ditambahkan drop shadow sebagai transisinya.

The Black Harbor

Pola yang digunakan adalah beberapa noise besar di latar. Di area utama, tidak ada tekstur sama sekali.

Doublenaut

Pola digunakan di latar sementara gambar menggunakan tekstur.

Kelli Anderson Blog

Pola digunakan di latar situs. Sedikit tekstur di gunakan di area navigasi. Pola juga digunakan di dalam drop shadow logo.

Victoria and Albert Museum

Pola berupa ilustrasi buku digunakan di latar. Sangat cocok dengan ilustrasi situs yang juga berupa foto buku.

Stellavie

Tekstur pola pixel digunakan di latar. Warnanya sama atau mungkin mirip dengan warna logo.

The Buffalo Lounge

Pola berupa noise yang membentuk kolom-kolom digunakan dalam latar.

S.O.S Mamute

Ada banyak tekstur di sini. Cocok untuk memberi kesan alami apalagi dengan penggunaan teks tipe tulisan tangannya yang banyak digunakan.

Hack Fwd

Pola digunakan dalam latar. Di area utama, tidak ada tekstur.

21 Contoh Penggunaan Pola dan Tekstur dalam Desain Web

 

Source : http://desaindigital.com/21-contoh-penggunaan-pola-dan-tekstur-dalam-desain-web/

DESAIN INTERFACE

Di tutorial ini, saya akan menjelaskan proses pembuatan menu yang digunakan oleh Syarip Yunus dalam theme tumblr premiumnya, Timeline. Saya sengaja memilih desain ini karena tampilannya yang unik dan mirip dengan desain interface sebuah aplikasi.

Preview

Berikut adalah hasil yang akan kita peroleh.

Detail Tutorial

  • Tingkat Kesulitan: Pemula, Menengah
  • Software yang Digunakan: Adobe Photoshop
  • Teknik yang Dipelajari: Penggunaan Tool Vektor, Layer Mask, Layer Style
  • Lama Pengerjaan: 30 menit

Tutorial

Langkah 1: Mempersiapkan Kanvas

Buat file baru dengan ukuran 725 × 220 px.

Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 2: Latar

Tambahkan Adjustment Layer Solid Color dengan warna #757575.

Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 3: Area Menu

Aktifkan tool rectangle lalu buat shape di bagian atas kanvas dengan warna #23262d. Pastikan sisi dan kanan shape berada di luar area kanvas. Zoom lebih dekat dengan tool zoom dan beri jarak 1 px dengan bagian atas kanvas.

Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern

Klik ganda layer lalu tambahkan Layer Style Drop Shadow, Inner Glow, Gradient Overlay, dan Stroke dengan setting seperti berikut.

Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern

Di bawah adalah tampilan dasar menu yang kita peroleh.

Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 4

Ctrl-klik shape lalu buat layer baru.

Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 5

Isi layer dengan hitam dengan klik Edit > Fill dan pilih warna hitam.

Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 6

Klik Filter > Noise > Add Noise.

Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 7

Ubah blend mode layer ke Screen dan turunkan Opacity layer.

Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 8: Menu Utama

Gambar sebuah rounded rectangle dengan radius: 3 px dan warna #23262d.

Mendesain Interface Menu Modern

Tambahkan Inner Glow, Gradient Overlay, dan Stroke.

Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 9

Beri teks menu di dalam area shape. Beri juga jarak yang cukup.

Mendesain Interface Menu Modern

Beri Drop Shadow agar teks terlihat kontras dengan latarnya.

Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 10: Menu Drop Down

Buat shape berbentuk lingkaran dengan warna #24272f.

Mendesain Interface Menu Modern

Tambahkan Gradient Overlay dan Stroke.

Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 11

Aktifkan tool polygon dengan Sides: 3. Buat segitiga di dalam lingkaran dengan warna #858794.

Mendesain Interface Menu Modern

Beri sedikit Drop Shadow.

Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 12

Buat rounded rectangle untuk latar sub menu.

Mendesain Interface Menu Modern

Tambahkan Layer Style berikut.

Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 13

Tambahkan path segitiga di bagian atas persegi dengan mode Add to Shape.

Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 14

Tambahkan teks menu.

Mendesain Interface Menu Modern

Beri Drop Shadow pada teks.

Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 15

Tambahkan latar untuk kondisi hover, yaitu ketika kursor berada di atasnya. Untuk menu kedua, caranya dengan menduplikasi latar sub menu lalu menambahkan persegi menutupi menu lainnya dengan mode Subtract.

Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern

Ini adalah tampilan hover untuk menu lainnya.

Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 16

Buat shape rectangle hitam dengan tinggi 1 px di antar setiap menu.

Mendesain Interface Menu Modern

Tambahkan Drop Shadow.

Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 17: Setting

Buat latar untuk tombol setting. Prosesnya sama seperti latar untuk menu utama.

Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 18

Buat rounded rectangle dengan radius 1 px.

Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 19

Aktifkan path dengan tool Path Selection dan tekan Ctrl + Alt + T untuk memduplikasi dan mentransformasi path. Putar 45°.

Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 20

Tekan Ctrl + Shift + Alt + T beberapa kali hingga diperoleh seperti di bawah.

Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 21

Tambahkan path lingkaran lalu tambahkan lingkaran lebih kecil dengan mode path Subtract.

Mendesain Interface Menu Modern

Beri Drop Shadow, Inner Glow, dan Gradient Overlay.

Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 22: Pemisah Antar Menu

Ada yang terlewat. Buat garis hitam 1 px dengan tool rectangle di antar setiap menu.

Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 23

Tambahkan layer mask lalu lukis bagian atas dan bawah dengan hitam.

Mendesain Interface Menu Modern

Tambahkan Drop Shadow.

Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 24: Area Pencarian

Buat latar untuk area pencarian. Prosesnya sama seperti latar tombol setting dan menu utama.

Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 25

Ubah warnanya menjadi #3e4854.

Mendesain Interface Menu Modern

Ubah setting Gradient Overlay.

Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 26

Duplikasi latar lalu tambahkan persegi dengan mode Subtract. Ubah warnanya ke #23262d dan ubah setting Gradient Overlay.

Mendesain Interface Menu Modern

Ubah setting Inner Glow.

Mendesain Interface Menu Modern

Inilah hasilnya setelah pengubahan Gradient Overlay.

Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 27

Kita akan membuat ikon search. Buat sebuah rounded rectangle 1 px, tambahkan lingkaran di atasnya. Di dalam lingkaran itu, tambahkan lingkaran lebih kecil dengan mode Subtract. Ini akan menghasilkan sebuah ikon kaca pembesar.

Mendesain Interface Menu Modern

Tambahkan Drop Shadow, Inner Glow, dan Gradient Overlay.

Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 28

Tekan Ctrl + T lalu putar ikon 45°.

Mendesain Interface Menu Modern
Mendesain Interface Menu Modern

Langkah 29

Tambahkan teks Search di atas area pencarian. Gunakan warna teks yang lebih cerah agar mudah dibaca.

Mendesain Interface Menu Modern

Beri Drop Shadow.

Mendesain Interface Menu Modern

Hasil Akhir

Desain menu yang dibuat di sini tidak saja bergunakan dalam web tapi juga bisa digunakan dalam interface aplikasi. Di bawah adalah hasil akhir tutorial yang kita peroleh.

Download Link

Download File PSD

Aturan Membuat Desain Logo yang baik

Apa yang membuat logo menjadi menarik dan bagus? Merk dagang harus mencitrakan pada bentuk yang paling sederhana pada karakteristik penting dari produk atau institusi yang diiklankan (Paul Rand).

Aturan ini jelas terpakai pada setiiap pembuatan desain logo, namun jika Anda punya aturan tambahan bisa Anda masukkan dalam komentar. Mungkin itu akan membantu dalam kaitannya pembuatan desain logo dikemudian hari.

  1. Hindari menggunakan lebih dari 3 warna.
  2. Hilangkan semua hal yang tidak perlu atau tidak penting dalam logo tersebut.
  3. Tulisan harus bisa dengan mudah terbaca, gunakan ukuran dan font yang sesuai.
  4. Logo dibuat harus bisa dikenali dengan mudah, biasanya menggunakan bentuk sederhana.
  5. Buat logo dengan bentuk dan layout yang unik.
  6. Lupakan apapun yang dipikirkan oleh orang terdekat Anda, ingat Anda membuatnya untuk siapa.
  7. Buat lebih dari 3 (tiga) opsi pilihan dengan karakter yang berbeda.
  8. Hindari mengkombinasi logo yang sudah ada apalagi terkenal dan melabelnya menjadi karya sendiri.
  9. Tidak boleh menggunakan clipart / gambar kartun yang sudah punya arti sendiri sebelumnya.
  10. Logo harus bisa dibuat menjadi warna hitam putih tanpa menghilangkan bentuk asli logo berwarna.
  11. Logo harus bisa dipastikan bisa dikenali walaupun dengan warna yang dibalik (invert).
  12. Logo harus bisa dikenali ketika diubah ukurannya, terlebih dengan ukuran terkecil ketika dipakai pada produk tertentu.
  13. Jika logo terdiri atas ikon atau simbol tertentu, termasuk tulisan, letak harus bisa dikatakan bahwa mereka saling berlawanan / komplemen / berbeda satu sama lain.
  14. Hindari penggunaan tren logo terbaru, buat logo bisa dipakai sepanjang jaman.
  15. Jangan menggunalan efek spesial (masih boleh coba dihindari jika menggunakan gradasi, bayangan, efek cermin, dan cahaya berpendar).
  16. Sesuaikan layout logo berbentuk segitiga jika memungkinkan, hindari possible, hindari layout yang tidak dikenali secara bentuk visual (tak beraturan / abstrak).
  17. Hindari detail yang ribet, ruwet dan membingungkan.
  18. Pertimbangkan bagaimana logo akan disajikan dan tempat berbeda meletakkannya.
  19. Citrakan logo yang berani dan percaya diri / yakin, jangan dunakan yang lemah dan kusam / tumpul.
  20. Sadari bahwa Anda tidak membuat logo yang sempurna.
  21. Gunakan garis yang tebal untuk bisnis yang tajam, garis lembut untuk bisnis yang lembut, sesuaikan gaya / style dengan bisnis.
  22. Logo harus bisa mewakili apa yang ingin disampaikan dan dikomunikasikan.
  23. Sebuah gambar foto tidak dibuat untuk sebuah logo.
  24. Buat presentasi kepada konsumen anda mengejutkan dan berpikirlah diluar kotak untuk itu.
  25. Tidak boleh menggunakan jenis font / huruf lebih dari dua.
  26. Setiap elemen logo harus disejajarkan / diratakan. Rata tengah samping kiri, kanan, atas, dan bawah.
  27. Logo harus terlihat utuh, solid, tidak ada jejak yang tidak perlu.
  28. Cari tahu siapa saja yang akan melihat/menikmati logo tersebut sebelum anda berpijak untuk memikirkan ide desain logo.
  29. Selalu pilih kegunaan / fungsi daripada inovasi.
  30. Jika nama / brand dikenali dan diingat, buatlah itu menjadi sebagai sebuah logo.
  31. Logo harus dikenali ketika dibuat efek mirror atau dibalik kiri/kanan/atas/bawah.
  32. Meskipun sebuah perusahaan yang besar sekalipun membutuhkan logo yang kecil/sesuatu yang mudah.
  33. Semua orang harus suka logo tersebut, tidak hanya yang memakai tetapi juga yang sekedar melihatnya.
  34. Buatlah bervariasi. Lebih bervariasi, semakin Anda mendapatkan logo yang tepat.
  35. Logo harus dipakai secara konsisten dalam segala kegunaan yang berbeda. Warna, bentuk, atau hal semacamnya. Kondisi atau keadaan logo terlihat sama.
  36. Logo harus mudah dideskripsikan / dijelaskan maksudnya.
  37. Tidak boleh menggunakan tulisan / kalimat sebagai sebuah logo.
  38. Buatlah ide desain menggunakan sketsa gambar terlebih dulu menggunakan kertas dan pensil kemudian anda bisa bernjak untuk membuatnya menjadi logo digital memakai komputer.
  39. Tetap gunakan logo yang sederhana.
  40. Jangan gunakan simbol globe dunia.
  41. Logo yang dibuat tidak boleh mengacaukan / mengalihkan fokus (distract).
  42. harus jujur terhadap apa yang ingin disampaikan dan apa yang diwakili, tidak dibuat-buat menjadi sesuatu yang bagus tapi tak mewakili artinya / tidak sesuai.
  43. Logo harus seimbang secara visual.
  44. Hindari menggunakan cahaya warna yang terang/menyala, neon/berpendar, gelap dan kusam.
  45. Master logo digital dibuat dalam format vektor agar proses perubahan ukuran tidak berubah (bitmap akan blur ).
  46. Jika sudah deal dalam desain logo, bila memungkinkan buatlah rangkaian tata cara membuat logo tersebut menggunakan software desain grafis tertentu, semacam tutorial. Hal ini akan memudahkan sepeninggal Anda untuk membuatnya ulang, disamping itu juga penikmat logo akan lebih mengenal logo jika itu disebarluaskan.
  47. Logo yang dibuat tidak boleh melanggar satupun dari apa yang disampaikan diatas.